Selasa, 21 Juni 2016

LEUKIMIA... Bisa Disembuhkan.......



Cerita ini di paparkan oleh ibunda Muhammad Fathurrobbani (Martini Hadiningsih / teh Ninit) warga jl Cijawura Girang III Gg. Kartadinata 10D bandung dalam kesaksiannya di sebuah acara Talk Show di bandung bulan November tahun 2015.
Muhammad Fathurrobbani yang saat itu masih berusia 8 tahun telah di Diagnosis mengalami Anemia Apastik dimana sumsum tulang belakangnya sudah berhenti bekerja. Ibarat sebuah pabrik yang sudah bangkrut dan tutup dan tidak beroperasi lagi. Dimana kebutuhan darah setiap harinya harus dipenuhi dengan cara transfusi darah.
3 bulan pertama di RS, fathur (panggilan untuk putranya) juga didiagnosis mengalami Trombositopia (Suatu penyakit kelainan darah) dan 3 bulan berikutnya atau setelah dirawat 6 bulan di RS, dokter mem-VONIS fathur “positif LEUKIMIA”.
Sedari awal, dokter yang menangani sudah mengatakan bahwa tidak ada harapan untuk fathur, jadi keluarga diminta untuk pasrah dari awal. Disaat bersamaan tepat di RS dimana fathur dirawat terdapat 9 pasien yang didiagnosis sama yaitu LEUKIMIA yang diantara mereka ini telah terjalin persahabatan atau bahkan bisa dibilang keluarga karena seringnya bertemu dan memiliki kondisi yang sama. Namun satu persatu dari 9 pasien LEUKIMIA akhirnya harus menghadap kepada Yang Maha Pencipta dan yang membuat sedih semua terjadi dihadapan ibunda fathur (teh ninit).
Persis 10 bulan fathur dirawat, suster jaga yang saat itu bertugas menyusul Ibu Martini dimusholla. Pikiran bu Martini saat itu kaget dan campur aduk, ada apa ini hingga suster harus menyusulnya di mushola. Benar saja berita buruk diterima ibunda fathur. Suster jaga memperlihatkan data bahwa badan Fathur sudah tidak bisa menerima transfusi darah lagi, semua darah yang ditransfusi macet dan tidak mau jalan. Kemudian dokterpun memanggil Bu Martini dan menjelaskan supaya bu martini / teh ninit dan keluarga bersabar, mungkin sekarang “gilirannya” fathur.
Bak disambar petir disiang bolong, Bu martini gak tau harus berbuat apa, akhirnya ia telp sang suami dan mengatakan apa yang barusan terjadi. Sang suami langsung menyusulnya dirumah sakit dan akhirnya memutuskan membawa pulang sang anak. Ternyata si fathur juga meminta pulang setelah beberapa hari sebelumnya tau kalau sahabatnya fajar sesama penderita LEUKIMIA telah meninggal. “mama, aku mau pulang aja... gak ada gunakanya aku disini juga kalau akhirnya aku mati juga...” demikian kata fathur setelah mengetahui sahabatnya meninggal dunia.
Setelah satu minggu dirawat dirumah, BU Martini bermaksud membereskan kamar dan tempat tidur anaknya, betapa terkejutnya Ia setelah mendapati banyak obat dibawah bantal tidurnya si fathur. Ternyata obat yang selama ini diberikan sama sekali tidak diminum sama anaknya. BU Martini marah kepada fathur tapi jawaban fathur “ mama, gak ada gunanya aku minum obat juga kalau pada akhirnya aku harus mati juga... untuk apa obat mahal-mahal ini?”
Dalam keterpurukan dan keputusasaan datang temen Bu Martini untuk menjenguk anaknya sambil membawakan produk superfood dari Bio Alpha. Merasa segala upaya mulai dari medis maupun berbagai herbal pernah dicoba, Bu Martini tidak merespon apapun karena memang sudah tidak percaya lagi ada herbal yang mampu membantu penyakit anaknya. Merasa tidak mendapat respon teman bu martini marah dan berkata “ kamu mau anakmu sembuh atau mati? “ sambil membujuk fathur untuk mau minum RNW10 yang sudah dilarutkan dan menyuapinnya sendiri sedikit demi sedikit.
Alhamdulillah... setelah meminum superfood dari Bio Alpha fathur tidurnya nyenyak sekali tidak seperti malam-malam sebelumnya yang selalu gelisah, minta ditemani sampai2 bu martini dan suaminya harus gantian jagain anaknya setiap malam. bu martini sampai merasa heran karena anaknya benar2 tidur pulas tanpa terbangun sampai2 sang suami diminta ngecek denyut nadi putranya dan sekitar pukul 08. oo pagi fathur mulai bangun dan langsung minta makan. “ Mama.. aku laper, mau makan...” Kata fathur.
setelah kejadian malam itu, fathur selalu diberi superfood RNW10 oleh temennya Bu Martini selama 3 hari berturut-turut sampai akhirnya fathur sendiri yang meminta mamanya untuk selalu memberikan superfood itu tiap malam. Melihat kondisi fathur selama 3 hari yang sama sekali tidak mengkonsumsi obat dan transfusi darah tetapi wajah anaknya tidak pucat akhirnya bu martini bilang ke suaminya “Mungkinkah kita teruskan saja mengkonsumsi produk ini?” dan suaminya pun menyetujuinya.
Setelah mengkonsusi 1 minggu badan fathur sudah mulai bugar dan ceria, tidak seperti orang sakit seperti hari2 sebelumnya, kemudian setelah satu bulan fathur sama sekali tidak merasakan lemas, tidak pucat, bahkan tidak ada keluhan sama sekali. tidak pernah lagi mimisan apalagi muntah darah...
3 bulan berlalu, kondisi fathur makin sehat dan akhirnya mengganti superfood RNW10 dengan AOX 28 (Renew) yang berfungsi untuk mengganti / peremajaan sel2 yang mati...
alhamdulillah fathur sekarang sembuh (2015) dan bisa beraktifitas lagi bahkan sudah bisa sekolah.....
Sumber : Buku Apa Kata Mereka, Penerbit : Superstar nerwork Comunity cetakan ke 2, januari 2016.. (untuk kalangan sendiri) ditulis ulang oleh penulis...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar